DARI MU’ADZ KAMI MELANGKAH

SDIT Mu’adz Bin Jabal salah satu batu loncatan bagi anak-anak sekitar pekalongan dan dari daerah lain,untuk menghafal dan belajar agama sesuai salafusshalih. Ika Ananda Putri,Hafshah Afifah Diana dan Zaenab adalah gambaran dari anak-anak ICMBJ (Islamic Centre Mu’adz Bin Jabal ) yang sangat gemar menekuni hafalan Al-Qur’an.waktu-waktu senggang mereka tak luput dari lantunan hafalan Al-Qur’an walaupun hanya sebentar. Nanda panggilan yang sering teman-temanya gunakan,adalah anak pertama dari tiga bersaudara,dia baru masuk di SDIT Mu’adz Bin Jabal ketika kelas dua.waktu itu dia  belum bisa sama sekali membaca huruf Hujaiyah namun karena keuletanya dan kesungguhanya dalam belajar yang selalu ditanamkan oleh orang tuanya dari kecil,alhamdulillah kini dia telah hafal 6 juz yang berarti dia sudah memasuki juz 25 saat ini dia sedang menyelesaikan surat az-zuhruf. Nanda juga sering menyetorkan ayat melebihi target yang ditentukan oleh pembina tahfidznya apabila dalam setiap pertemuan tententukan menyetor hafalan setengah lembar dia menyetorkan satu muka,kunci dari cepatnya dia menghafal adalah jangan bosan untuk mengulang-ulang hafalan. kelahiran Pekalongan, anak dari 6 bersaudara ini sudah sejak kelas 1 menempuh pembelajaran di SDIT Mu’adz Bin Jabal,3 Juz dia membawa hafalan dalam dadanya.ketika ada perlombaan hafshoh selalu menyempatkan diri untuk mengikutinya dan selalu mengulangi hafalanya.masih teringat jelas ketika pertama kali dia naik ke podium,grogi,keringat dingin nampak dalam wajahnya tatkala membacakan salah satu surat dari juz 30.hafshah memang termasuk tipe anak yang pemalu,namun karena kegigihanya untuk menakhlukkan rasa malunya dia selalu belajar dan tampil di depan teman-teman sendiri.dukungan motivasi dari pendamping tahfidz selalu tertuju pada Hafshah,alhamdulillah....tiga bulan setelah itu kabupaten pekalongan kembali mengadakan lomba tahfidz tingkat SD hafshah kembali Hafshah tampil diatas podium,berkat perjuangan kerasnya dia akhirnya dapat membawa pulang piala juara III pada tahun 2015 dan juara III juga pada tahun 2016 serta pada bulan Agustus kemarin dia juga kembali menyabet juara di kota Semarang. Lahir sebagai anak ke 4 dari 7 bersaudara,diajarkan tanggung jawab dari kecil oleh kedua orang tuanya,dia selalu menjaga hafalan Al-Qur’anya,diulang-ulang oleh kedua orang tuanya dalam hal tahfidz Al-Qur’anya.hafalan 6 juz yang telah didapatkanya membuat Zaenab percaya diri dan mencoba tampil dalam perlombaan yang diadakan kabupaten Pekalongan tahun 2015 alhamdulillah dia membawa pulang piala sebagai harapan III.setelah sekian lama berlatih untuk kekuatan mental kembali Zaenab mencoba menakhlukan podium di semarang pada bulan Agustus kemarin.Alhamdulillah dia berhasil membawa pulang piala sebagai juara 2 lomba tahfidz Al-Qur’an dari 58 peserta yang datang dari berbagai kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *