Implementing One Stop Schooling System Program in Reaching Graduate Standards of Santri at MBJ Islamic Global School
Concepted School to Deliver Excellent
ّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا
Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
[Q.S. Al Ahzab 21]
Arti Sederhana
Sudah selayaknya masing-masing unit sekolah saling membantu, gotong royong dan berbagi sebagai upaya symbiosis mutualisme, yaitu bersifat saling menguntungkan satu sama lain. Keberhasilan satu unit sekolah dalam memperoleh banyak siswa dan KBM yang bermutu sangat berarti bagi keberhasilan unit-unit sekolah yang lain. Sesungguhnya keberhasilan itu karena sinergi dan kompaknya orang-orang (PTK/Pendidik & Tenaga Kependidikan) yang ada pada unit-unit sekolah dan tidak ada kedengkian dan saling menjatuhkan di dalam internal Lembaga .
Keberhasilan bersama itulah yang nantinya sekolah berkembang menjadi “ONE STOP SCHOOLING”. Pada dasarnya, orang tua / wali murid sangat tidak suka repot, seperti halnya jika ingin berbelanja lebih suka ke Hypermarket atau Mall untuk berbagai jenis kebutuhan dengan cukup sekali jalan. ONE STOP SCHOOLING membantu stakeholder dan orang tua / wali murid dari repotnya mencari sekolah ke Tingkat selanjutnya bagi buah hatinya, selain itu memudahkan orang tua dalam hemat waktu dan energi. Untuk sekolah MBJ Islamic Global School, jika alumninya ingin melanjutkan ke sekolah lebih tinggi, misalnya SD ke SMP cukup dengan membayar daftar ulang saja, tidak membayar uang masuk yang biasanya dengan bayaran yang lumayan besar. Tujuan utama one stop schooling di MBJ IGS adalah meringankan beban uang masuk bagi alumni sekolah MBJ IGS
Arti yang luas
Dalam sistem one stop schooling tersebut, sekolah MBJ IGS menyediakan berbagai jenjang pendidikan dalam satu lokasi, mulai dari pendidikan anak usia dini (PG/TK), SD, SMP hingga sekolah menengah atas (SMA). Empat fase proses reformasi kurikulum diidentifikasi dan ini penting untuk melembagakan praktik terbaik. Ini adalah program penilaian dan evaluasi kurikulum, visi, pengembangan dan koordinasi program pembelajarandan kurikulum pendukung. Beberapa pendekatan praktis yang penting untuk proses pengembangan kurikulum berkelanjutan adalah adanya keberlanjutan materi pembelajaran yang tidak terputus dengan kurikulum sekolah sebelumnya, termasuk waktu, pengumpulan data, dan pemeriksaan jaminan kualitas yang berkelanjutan.
Empat model disajikan yang menggarisbawahi pemikiran tentang kurikulum dan yang memberikan penerangan teoritis dan konseptual untuk proyek pengembangan kurikulum ini. Dalam model-model ini, kurikulum dipahami dalam tiga cara, sebagai tujuan, penyampaian, dan hasil. Model-model ini mencakup model ADDIE generik, model Pengembangan Kurikulum Berkelanjutan (Wolf 2007), Model Desain Pembelajaran Terpadu (Fink 2007) dan model Desain Mundur (Wiggins dan McTighe 1998, 2005). Desain instruksional merupakan aspek penting dari pekerjaan kurikulum dan banyak model desain instruksional telah dikembangkan. Dalam beberapa cara atau bentuk, mereka menggabungkan alasan Tyler. Ada satu model yang tampaknya memiliki dominasi besar di bidang ini, model ADDIE. Model ini adalah model generik yang sistematis dan logis yang akan dipergunakan dalam penyusunan kurikulum di Muadz Bin Jabal Islamic Global School (MBJ-IGS). Model ini menyediakan pendekatan sistematis untuk upaya pengembangan pembelajaran dan merupakan model dasar yang sangat fleksibel dalam kaitannya dengan penggunaannya untuk metode pengajaran dan pembelajaran tatap muka dan daring. Tidak diragukan lagi bahwa model ini menyediakan kerangka kerja bagi perancang instruksional yang akan memungkinkan mereka untuk memastikan bahwa produk instruksional mereka efektif dan proses kreatif mereka seefisien mungkin.
ADDIE merupakan singkatan dari langkah-langkah model:
- Analyze / Analisis: tentukan kebutuhan dan kendala
- Design / Desain: tentukan aktivitas pembelajaran, penilaian, dan pilih metode dan media
- Develop / Pengembangan: mulai produksi, evaluasi formatif, dan revisi.
- Implement / Implementasi: terapkan rencana tersebut
- Evaluate / Evaluasi: evaluasi rencana dari semua tingkatan untuk implementasi berikutnya
Pendekatan lain terhadap desain kurikulum yang penting dalam pengembangan kurikulum ini adalah apa yang disebut “desain mundur” (Wiggins dan McTighe 1998, 2005). Tahapan dalam proses desain mundur adalah:
- Mengidentifikasi hasil yang diinginkan (Identify desired results); dengan adanya one stop schooling MBJ IGS bisa Menyusun follow up pengembangan selanjutnya dari hasil identifikasi dari tingkatan sekolah sebelumnya. Misalnya alumni SD MBJ IGS akan meneruskan ke SMP MBJ IGS, tentunya sudah dapat diketahui tipe pembelajaranya, apakah audio, video atau kinestetik, sehingga identifikasi ini berguna untuk pengembangan dan follow up kegiatan pembelajaran di sekolah selanjutnya, termasuk identifikasi rata-rata kemampuan daya serap santri, sebagai Upaya untuk waktu proses pembelajaranya.
- Menentukan bukti yang dapat diterima (Determine acceptable evidence): One Stop Schooling dalam materi pembelajaran, bahwa di sekolahnya selanjutnya materi pembelajaran tinggal meneruskan di jenjang sekolah berikutnya sehingga ada kesinambungan materi pembelajaran. Misalnya lulus SD sudah menghafal 3 juz Al Quran, di jenjang selanjutnya tinggal meneruskan ke juz berikutnya, dan berlaku untuk mata Pelajaran lainya, khususnya mata Pelajaran unggulan di MBJ IGS, antara lain Tahfizh Al Quran, Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan ilmu syar’iyyah
- Merencanakan pengalaman belajar dan instruksi (Plan learning experiences and instruction) Pengalaman uatam di jenjang sekolah sebelumnya sebagai evaluasi dan sebagai pengembangan di jenjang sekolah selanjutnya, misalnya alumni SD MBJ IGS sangat senang pada pembelajaran mandiri, kelompok atau tugas mandiri, hal ini bisa dilanjutkan ke jenjang selanjutnya berikut pengembanganya. Ditinjau dari segi metode pembelajaran mana yang paling memberikan kepuasan, misalnya metode diskusi, metode ceramah, metode problem solving itu adalah sebagai bahan pertimbangan pengembangan pembelajaran untuk di jenjang sekolah berikutnya.